10 Penyebab PC Mengalami ‘Crash’ (bag 4)

•1 Mei 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

4. Hard disk drive

Setelah beberapa bulan, informasi pada hard disk drive mulai terbagi-bagi atau ‘fragmented’. Ada baiknya untuk defragment hard disk setiap minggu atau lebih, untuk mencegah hal yang menyebabkan layar beku. Klik di

* Start-Program-Aksesoris-System Tools-Disk Defragmenter

Ini akan memulai prosedur. Anda tidak akan dapat menulis data ke hard drive (untuk menyimpannya) sedangkan disk defragmenting, sehingga ide yang baik untuk menjadwalkan prosedur pada waktu tidak aktif dg menggunakan ‘Task Scheduler’.

The ‘Task Scheduler’ mestinya salah satu ikon kecil di bawah kanan halaman Windows (desktop).

Beberapa ‘crash’ dan ‘layar beku’ disebabkan oleh masalah harddisk dapat diselesaikan dengan mengurangi ‘read-ahead optimisation’. Ini dapat disesuaikan dengan membuka

* Start-Setting-Control Panel-System Icon-Performance-File System-Hard Disk.

Hard disk akan memperlambat dan crash jika mereka terlalu penuh. Lakukan perawatan pada hard drive setiap beberapa bulan dan beberapa ruang bebas pada drive. Buka Windows folder pada drive C dan menemukan Temporary Internet Files folder. Menghapus isi (tidak map) dapat memperbanyak ruang bebas.

Kosongkan Recycle Bin setiap minggu untuk membebaskan lebih banyak tempat. Hard disk drive harus dipindai setiap minggu untuk sektor kesalahan atau buruk. Pergi ke

* Start-Program-Aksesoris-System Tools-ScanDisk

Jika tidak, tetapkan ‘Task Scheduler’ untuk melakukan operasi ini pada malam hari ketika komputer ini tidak digunakan.

10 Penyebab PC Mengalami ‘Crash’ (bag 3)

•1 Mei 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

3. Konfigurasi BIOS

Setiap Motherboard disertakan dengan berbagai chipset pengaturan yang diputuskan di pabrik. Cara umum untuk mengakses pengaturan ini adalah menekan F2 atau tombol ‘delete’ selama beberapa detik pertama dari boot-up.

Setelah masuk BIOS, Harus hati-hati. Ada baiknya untuk menulis pada sepotong kertas semua ‘setting’ yang muncul di layar. Dengan demikian, jika Anda mengubah sesuatu dan komputer menjadi lebih tidak stabil, Anda akan tahu untuk kembali ke ‘setting’ awal.

Kesalahan umum pada BIOS adalah mengenai CAS latency. Ini merujuk kepada Ram. Older EDO (extended data out) Ram mempunyai sebuah CAS latency of 3. SdRam terbaru memiliki CAS latency of 2. Pengaturan yang salah dapat menyebabkan angka Ram terkunci dan membekukan layar komputer.

Microsoft Windows mengalokasikan lebih baik nomor IRQ dari BIOS apapun. Jika mungkin mengatur nomor IRQ ke Otomatis pada BIOS. Ini akan mengijinkan Windows untuk mengalokasikan dengan nomor IRQ (pastikan BIOS untuk Plug and Play OS adalah beralih ke ‘ya’ untuk mengijinkan Windows untuk melakukannya.).

10 Penyebab PC mengalami ‘CRASH’ (Bagian 2)

•2 April 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada posting yang lalu telah disebutkan penyebab windows error, yaitu ‘Hardware Conflict’

Berikutnya, Penyebabnya adalah:

2. ‘Bad Ram’

Ram (random-access memory) ketika bermasalah akan menampakkan warna biru pada layar dengan pesan ‘berbunyi’ ‘Fatal Exception Error’. ‘Fatal error’ mengindikasikan ada perangkat keras yang bermasalah sangat serius. Terkadang juga berarti ada bagian yang rusak dan memerlukan penggantian.

Tetapi ‘fatal error’ yang disebabkan oleh Ram mungkin hanya disebabkan oleh ‘Chip’-nya yang tidak sesuai. Sebagai contoh, paduan 70-nanosecond (70ns) Ram dengan 60ns Ram biasanya akan memaksa computer berjalan dengan Ram pada kecepatan terendah. Inilah yang sering menyebabkan ‘crash’ pada mesin jika Ram terbebani (bekerja keras).

Satu jalan mengatasi masalah ini adalah masuk ke ‘BIOS setting’ dan menambahkan ‘wait state of the Ram’. Ini dapat menstabilkan kinerja Ram. Cara lainnya adalah memasang ‘chip’ Ram dengan timing yang sama pada ‘mainboard’ atau cabut salah satunya dari ‘mainboard’ tersebut. untuk Kemudian Saat memegang Ram cobalah untuk tidak menyentuh bagian koneksi yang berwarna emas dibagian bawah, karena bagian tersebut sangat mudah rusak.

Pesan ‘Parity error’ juga dapat disebabkan oleh Ram. Ram dengan Chip modern dapat berupa ‘parity (ECC’) maupun ‘non parity (non-ECC)’. Yang terbaik, kedua tipe Ram tersebut tidak dipasangkan secara bersamaan, karena dapat menyebabkan windows bermasalah.

Pesan ‘EMM386 error’ juga merupakan masalah dari memori tetapi tidak terkait dengan ‘bad Ram’. Masalah ini dipicu oleh adanya memori bebas yang sering terhubung dengan program-program yang bekerja pada Dos yang sudah lama.

Bersambung

10 Penyebab PC mengalami ‘CRASH’

•27 Maret 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Fatal error: the system has become unstable or is busy,”. “Enter to return to Windows or press Control-Alt-Delete to restart your computer. If you do this you will lose any unsaved information in all open applications.”
Begitu pesan yang selalu muncul
Kemudian layar menjadi biru dan tidak lagi melanjutkan proses apapun . Siapapun yang menggunakan Microsoft Windows pasti familiar dengan problem seperti ini. Apa yang dapat dilakukan? Yang lebih penting lagi, Bagaimana cara mengatasi jika hal tersebut terjadi?

1. ‘Hardware conflict’

Beberapa alasan mengapa Windows mengalami ‘crash’ adalah ‘hardware conflict’. Setiap perangkat keras melakukan komunikasi dengan perangkat keras yang lainnya melalui ‘interrupt request channel (IRQ)’. Pada setiap perangkat keras mempunyai alamat IRQ yang unik.

Sebagai contoh, printer internal koneksinya pada IRQ 7. Keyboard biasanya menggunakan IRQ 1 dan Floppy disk drive IRQ 6. Tiap perangkat keras akan mencoba untuk menggunakan satu IRQ.

Jika terdapat banyak perangkat keras, atau jika perangkat keras yang terpasang tidak ter-‘install’ dengan baik, dua dari perangkat keras dimungkinkan menggunakan satu alamat IRQ secara bersamaan. Ketika pengguna computer mencoba menggunakan kedua perangkat keras pada saat yang sama maka akan terjadi ‘crash’. Untuk mengecek jika computer mengalami ‘hardware conflict’ adalah melalui prosedur berikut ini:

* Start-Settings-Control Panel-System-Device Manager.

Seringkali jika perangkat keras yang terpasang menampilkan symbol berwarna kuning ‘!’ pada bagian deskripsi dalam ‘Device Manager’. Arahkan mouse pada Komputer (pada ‘Device Manage’) dan tekan ‘Properties’ untuk melihat alamat IRQ yang digunakan pada komputer. Jika alamat IRQ tampak dua kali, dua perangkat keras dimungkinkan menggunakannya bersamaan.

Terkadang perangkat keras yang terpasang mungkin berbagi alamat IRQ dengan sesuatu yang terdeskripsi sebagai ‘IRQ holder for PCI steering’. Ini tidak dapat diabaikan. Jalan terbaik untuk memperbaiki problem ini adalah melepas perangkat keras yang bermasalah dan ‘reinstall’.

Terkadang kita menemukan ‘driver’ terbaru pada ‘internet’ agar lebih meng-‘explore’ fungsi perangkat keras menjadi lebih baik. Sumber yang baik adalah www.driverguide.com. Jika perangkat keras tersebut adalah ‘soundcard’, atau modem, dapat diperbaiki dengan memindahkannya ke slot yang lain pada motherboard yang sama (hati-hati membuka computer, mungkin dapat menggugurkan Garansinya).

Ketika akan melepas maupun memasang perangkat keras pada computer sebaiknya computer dalam keadaan mati, lepas steker.

Bersambung

Microsoft Office 2007 Portable

•23 Maret 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Portable software adalah software ringan, kecil dan dapat tersimpan pada USB Flash Drive dan bisa bekerja pada Microsoft Windows XP, Microsoft Windows Vista, Microsoft Windows 7, Linux (dengan Wine).
Sehingga tidak usah khawatir jika sering ganti-ganti kompi untuk meng-edit data/ dokumen asalkan sedia USB flash drive dengan portable software didalamnya.

Untuk download Microsoft Office 2007 Portable:
Download link

Close / Open USB Storage (Port USB) dalam Windows

•13 Maret 2009 • 2 Komentar

Untuk mencegah penularan virus dari USB storage baik yang berasal dari Flash Disk maupun hard disk external, ada baiknya menutup port USB kita dengan copy paste berikut ini ke dalam notepad:

Closing Storage:
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStor]
“Start”=dword:00000004

Save as ->
File name : CloseStorage.reg
Save as type : All File

Opening Storage:
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\UsbStor]
“Start”=dword:00000003

Save as ->
File name : OpenStorage.reg
Save as type : All File

Jika Ingin Closing Port tinggal klik (activate) file CloseStorage.reg dan begitu sebaliknya jika ingin Opening Port klik OpenStorage.reg

atau download USBStore.zip
Semoga bermanfaat

Setting Modem Haier D1200P pada SLAX

•11 Maret 2009 • 2 Komentar

Slax adalah sebuah disro Linux yang ringan, mudah dan portable. Dengan menambahkan beberapa modul, slax sangatlah menarik dan sangat berguna untuk mengoperasikan sebuah PC dengan syarat, bios PC-nya support booting melalui USB Hard disk.

Untuk browsing internet menggunakan Modem Haier D1200P (yang masih ada gratisan 12 GB bundling smart), setting modemnya adalah sebagai berikut:

buka terminal dan ketik

modprobe usbserial vedor=0x15eb product=0×0001

kemudian tekan enter dan tutup terminal.

Pada konfigurasi modem KPPP, pilih /dev/ttyUSB0

Pada init string #2 isikan “at+crm=1;+cmux=1;+cps=33;+cta=0″

Untuk user name dan password tulis: smart

Setelah semuanya OK tekan connect, selamat berselancar di internet

Download slax

Susahnya Masuk Gmail

•19 Februari 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Beberapa hari ini gue susah masuk gmail dan teman-temannya…

awalnya gue pikir ada down di servernya tetapi kenapa jika mengunakan kompie di kantor tidak ada masalah…

Setelah menyadarinya gue langsung aja googling

eh ternyata ada masalah dengan cache-nya.

Solusi yang sebenarnya belum maksimal, dengan selalu menghapus cache, memang dapat masuk ke gmail namun dengan sangat susah payah…
karena memang diperlukan berkali-kali clear cache

mungkin rekan yang lain mempunyai solusi lain….

Instalasi Windows dari USB Flash Disk

•19 Februari 2009 • Komentar Dimatikan

INFOKOMPUTER

Kamis, 19 Februari 2009 | 14:01 WIB
Ide artikel ini bermula saat ingin memasang Windows pada nettop Telebit Nucleom AG-100. Berhubung nettop tersebut tidak memiliki CD-ROM, InfoKomputer harus menggunakan CD-ROM eksternal. Baru kemudian terpikir, bagaimana jika proses instalasi menggunakan flashdisk? Solusi ini jelas lebih praktis dan murah, karena kita tidak harus membeli CD-ROM eksternal dan tinggal memanfaatkan USB flash disk yang harganya kian terjangkau itu.

Namun untuk melakukannya, kita tidak bisa cuma menaruh file dari CD installer Windows ke flash disk. Kita harus membuat flashdisk tersebut dikenali sebagai bootdisk terlebih dulu. Satu hal yang juga krusial adalah BIOS di notebook/netbook/PC yang akan kita install harus mendukung booting melalui flash disk. Sebenarnya nyaris semua produk baru sudah mendukung hal tersebut, namun kami sarankan Anda cek BIOS PC Anda terlebih dulu.

Jika memang bisa, berikut adalah daftar kelengkapan yang Anda butuhkan.
1. Sebuah PC dengan CD-ROM (untuk melakukan proses persiapan dan transfer file)
2. CD installer Windows XP atau Vista
3. Aplikasi pendukung berupa (ketiganya tersedia di DVD InfoKomputer edisi Februari):
a. USB_PREP8
b. PeToUSB
c. Bootsect.exe
4. Flash disk dengan kapasitas minimal 1GB

Beginilah cara memasukkan installer Windows ke dalam flash disk.

1. Copy file PeToUSB.exe ke dalam folder USB_prep8.

2. Jalankan file usb_prep8.cmd dengan cara klik dua kali. File tersebut berada di dalam folder USB_Prep8. Catatan: Jika PC Anda menggunakan Windows XP2, Anda perlu unblock file tersebut agar bisa berjalan. Caranya, klik kanan>Properties>Unblock

3. Nanti akan muncul file jendela seperti gambar di bawah.

4. Tekan Enter, dan akan muncul jendela.

5. Biarkan semua setting dalam kondisi default (kecuali jika Anda ingin mengganti label drive) dan tekan Start. Ini akan menformat flash disk Anda, jadi pastikan tidak ada file penting di flash disk tersebut.

6. Setelah proses selesai, JANGAN tutup jendela PeToUSB. Biarkan terbuka.

7. Buka command prompt (caranye klik Start>Run>cmd). Pada panel command prompt, masuk ke folder di mana file bootsect.exe tersimpan. Caranya, ketik “cd namafolder”. Sebagai contoh, karena file bootsect.exe berada di dalam folder bootsect yang berada di desktop, kami mengetik “cd desktop” lalu “cd bootsect” (keduanya tanpa tanda petik).

8. Jika bootsect.exe sudah ketemu, ketik “bootsect.exe /nt52 X:” (tanpa tanda petik). Catatan: X: menunjukkan drive untuk flash disk Anda, jadi cari tahu dulu nama drive-nya. Pada kasus kami, nama drive adalah L sehingga perintahnya menjadi “bootsect.exe /nt52 L:”

9. Jika langkah 9 dilakukan dengan benar, akan muncul pesan “Bootcode was successfully updated on all targeted volumes”. Tutup jendela command tersebut dan jendela PeToUSB. catatan: jangan menutup jendela USB_Prep8. Jendela USB_Prep8 harus tetap terbuka.

10. Ketika Anda menutup jendela PeToUSB, di jendela USB_Prep8 secara otomatis akan muncul pilihan menu seperti gambar di bawah. Jika tidak, coba tekan Enter.

11. Pada tahap ini Anda sebenarnya cuma melakukan setting untuk Prep8, cuma caranya adalah memilih berdasarkan nomor menu. Yang harus Anda ganti adalah:
a. Menu 1: memilih drive tempat Windows XP (atau CD-ROM Anda). Caranya klik 1, nanti akan keluar Explorer untuk memilih drive. Pilih nama drive (di PC kami adalah C).
b. Menu 2: memilih Virtual TempDrive, atau drive virtual di harddisk PC Anda sebagai tempat menyimpan data sementara (sebelum dipindahkan ke flash disk). Pilih drive yang tidak ada di PC Anda, misalkan drive T.
c. Menu 3: untuk memilih drive flash disk Anda. Tekan 3 dan pilih drive flash disk yang ingin Anda masukkan Windows.
d. Menu 4: menu ini untuk menjalankan proses selanjutnya. Jika sudah menjalankan menu 1 sampai 3, Anda langsung jalankan menu 4 ini.

12. Nanti akan muncul pop-up window yang akan langsung menghapus drive sementara (yang kita lakukan di menu 2). Tekan Yes.

13. Setelah itu, proses transfer file installer Windows berjalan. Ada dua proses terjadi di sini. Pertama proses transfer file dari CD-ROM ke harddisk, dan kedua dari harddisk ke flash disk. Lamanya proses tergantung kecepatan CD-ROM maupun flash disknya, dan dalam kasus kami sekitar 30 menit.

14. Setelah itu, kita tinggal tancapkan flash disk tersebut ke PC yang akan kita install, dan atur prioritas booting ke flash disk. Ketika dinyalakan, ada dua pilihan yang tersedia. Pilih pilihan nomor 1(TXT Mode Setup Windows XP).

Setelah itu, proses instalasi berjalan seperti biasa, termasuk melakukan proses booting ulang. Tidak ada yang perlu Anda lakukan di sini, cukup tunggu sampai proses instalasi selesai. Yang perlu diperhatikan adalah flash disk tidak boleh dicabut sampai proses selesai (sudah masuk Windows).

Nah, sekarang proses instalasi Windows bisa dilakukan meski Anda tidak memiliki CD-ROM. Praktis kan?

Sumber: InfoKomputer

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.